“Dari komentar yang kamu dengar tadi, apa yang sebenarnya sedang terjadi?”
“Menurut kamu, adil nggak kalau seseorang diragukan hanya karena dia perempuan?”
Mereka meremehkan kemampuan Karin hanya karena dia perempuan.
Komentar teman-teman Karin menunjukkan pandangan yang belum adil.
Kadang orang menilai bukan dari kemampuan, tapi dari stereotip.
Penjelasan Singkat
Teman-teman Karin mempertanyakan kemampuannya memimpin hanya karena dia perempuan.
Komentar seperti “Emang perempuan bisa apa?” menunjukkan bahwa masih ada anggapan
kalau kepemimpinan hanya cocok untuk laki-laki.
Padahal, kemampuan memimpin bukan soal jenis kelamin, tapi soal tanggung jawab,
cara berpikir, dan sikap dalam mengambil keputusan. Dari adegan ini, kita belajar bahwa
stereotip bisa membatasi potensi seseorang kalau kita tidak berpikir adil.